Rabu, 28 November 2012

Makalah Vaksinasi pada Unggas


PENDAHULUAN
Dalam setiap kegiatan usaha budidaya ternak baik ternak unggas maupun ternak lainnya, penyakit merupakan masalah yang harus selalu diwaspadai keberadaannya. Ternak yang terserang penyakit dapat menurunkan tingkat produksi dan bahkan dapat menyebabkan ternak yang bersangkutan mati. Dampak yang ditimbulkan adalah peternak menderita kerugian dari usaha yang
dijalankannya. Ternak ruminansia baik besar maupun kecil juga kadang diberikan vaksinasi untuk pencegahan penyakit. Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba memfokuskan pada ternak ayam niaga pedaging dan ayam niaga petelur.
Ayam niaga pedaging (ayam broiler) dan ayam niaga petelur merupakan ayam ras finansial stok yang ditujukan untuk konsumsi. Ayam ras ini sangat populer di masyarakat. Produk dari ayam ras, baik daging maupun telurnya harganya lebih murah dibandingkan dengan produk dari ayam bukan ras (ayam buras). Selain itu, waktu pemeliharaan untuk ayam pedaging dengan waktu 35 sampai 40 hari sudah bisa dipanen. Ayam ras ini, dalam pemeliharaan maupun budidayanya umumnya dilakukan secara intensif. Pada kenyataannya walaupun produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan ayam buras, akan tetapi ayam ras lebih rentan terkena penyakit. Oleh karena itu diperlukan adanya pencegahan penyakit, salah satunya dengan cara vaksinasi. Vaksinasi merupakan kegiatan memasukkan virus yang telah dilemahkan virulensinya, sehingga ternak menjadi kebal terhadap serangan virus sejenis.

PEMBAHASAN
Program vaksinasi merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan di kalangan peternak ayam petelur. Mengapa? Seperti kita ketahui bersama, ayam petelur mempunyai jangka waktu hidup yang lebih lama dibandingkan dengan ayam pedaging yang notabene hanya 2-3 bulan dan langsung dipanen. Berbeda dengan ayam ras petelur termasuk ayam kampung petelur yang akan diafkir setelah 2 tahun. Oleh karenanya kita sebagai peternak wajib melakukan vaksinasi untuk menjaga kesehatan ayam  sehingga  kita dapatkan ayam layer yang sehat, mampu bertelur dalam rentang waktu sekitar 11/2 tahun  dan menghasilkan telur yang  berkualitas selama ayam dalam masa produktif (Sauvana, J, 2009).
Banyak di kalangan peternak yang berpikir bahwa vaksin merupakan biaya yang cukup mahal, sehingga  sering seadanya atau bahkan ditiadakan sama sekali. Padahal jika vaksinasi dilakukan secara benar maka akan diperoleh hasil yang lebih baik dan tidak sebanding dengan biaya yang kita keluarkan karena program vaksinasi yang dilakukan secara benar akan menjaga kondisi kesehatan ayam dengan cara pembentukan antibody.
Vaksinasi mempunyai beberapa point penting yang harus diperhatikan yaitu (Sauvana, J, 2009):
-          Vaksin
-          Metode vaksinasi
-          Dosis vaksin
-          Jadwal vaksinasi
-          Waktu pemberian vaksinasi
-          Cara penyimpanan vaksin  
Jika dibandingkan antara berbagai table yang kami cantumkan, baik table vaksinasi dari breeder, buku referensi dan modifikasi kami, ternyata jenis vaksin yang digunakan tidak jauh berbeda yaitu (Sauvana, J, 2009):
-          Vaksin Marek
Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit Marek dan diberikan secara subcutan atau intramuskular pada DOC. Biasanya vaksin ini sudah dilakukan oleh breeder. Menurut literature vaksinasi dilakukan dengan injeksi subcutan di bawah leher.
-          Vaksin ND + IB
Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit Newcastle Disease dan Infectious Bronchitis. Cara pemberian vaksin ini ada 2 cara yaitu dengan tetes mata dan suntik injeksi intramuskular pada bagian dada. Perbedaan metode vaksin ini dikarenakan  perbedaan umur ayam yang akan divaksin.
-          Vaksin IB
Vaksin IB digunakan untuk menimbulkan kekebalan ayam terhadap Infectious Bronchitis. Pemberian vaksin ini sangat mudah yaitu dengan mencampurkannya dalam air minum.
-          Vaksin ND
Pemberian vaksin ini bertujuan mencegah timbulnya penyakit Newcastle Disease pada unggas. Vaksin ini juga dilakukan dengan 3 cara yaitu dengan pemberian tetes mata, metode injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada dada.
-          Vaksin Cocci
Vaksin Cocci ini sangat mahal harganya, sehingga kadangkala banyak peternak yang melewati vaksin ini karena dalam beberapa pakan ayam jadipun sudah mengandung koksidiostat. Cara pemberian vaksin ini terdapat 2 kategori ada yang menggunakannya melalui air minum dan ada juga yang menyemprotkannya ke pakan.
-          Vaksin Gumoro
Vaksin gumoro juga diberikan pada air minum.
-          Vaksin Coryza
Vaksin coryza ini digunakan untuk mencegah timbulnya wabah Snot atau Coryza. Cara pemberian vaksin ini dilakukan dengan injeksi intramuskuler pada dada atau paha. Menurut SHS, petunjuk pemakaian vaksin ini adalah sbb:
Double injeksi 0,5-1 ml pada ayam umur 10 minggu
Initial dose 0,5-1 ml pada ayam umur 4-6 minggu
Booster 0,5-1 ml pada ayam umur 14-16 minggu
Injeksi dilakukan pada otot paha untuk mendapatkan kekebalan
-          Vaksin Fowl Pox/Cacar
Vaksinasi cacar ini sangat berbeda dengan vaksin-vaksin lainnya. Pemberian vaksin ini dilakukan dengan metode tusuk sayap. Vaksin ini dikemas dalam satu vial berbentuk cairan emulsi.
Petunjuk pemakaian dan dosisnya menurut Vaksindo adalah sebagai berikut:
1.       Kocok vaksin sampai emulsinya menjadi rata (homogen) sebelum dipakai.
2.       Bentangkan sayap ayam sedemikian rupa sehingga “wingweb”nya terlihat  jelas.
3.       Celupkan jarum yang tersedia ke dalam vaksin
4.       Tusuk wingweb dengan jarum tersebut hingga tembus.
5.       Satu dosis vaksin setara dengan 0,01 ml
6.       Vaksinasi dilakukan pada ayam umur 4-7 minggu dan dapat diulang pada  umur 8-12 minggu.
7.       Lima sampai tujuh hari setelah vakinasi akan terjadi kekebalan ditandai dengan terbentuknya sarang pox. Sarang pox akan mengecil dan menghilang setelah 21 hari.
-          Vaksin ILT
Vaksinasi ILT bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh ayam terhadap terjadinya infeksi pada saluran laringotracheal. Cara pemberian vaksin ini adalah tetes mata, tetes hidung dan pemberian pada air minum.
-          Vaksin EDS
Vaksin ini selain merupakan booster untuk ND dan IB, vaksin ini juga digunakan untuk mencegah terjadinya Egg Drop Syndrom pada ayam layer. Vaksinasi ini dilakukan dengan melakukan injeksi intramuskuler pada dada.
-          Vaksin AI
Vaksinasi ini mulai merebak setahun belakangan ini akibat adanya kasus flu burung yang melanda Thailand, China dan Malaysia. Di beberapa wilayah Indonesia juga terjangkit wabah flu burung. Penyakit  ini juga membuat kerugian yang sangat luar biasa karena seluruh ayam yang terkena harus dimusnahkan. Namun, flu burung ini dapat ditanggulangi dengan melakukan vaksinasi sejak dini yaitu melakukan vaksinasi pada anak-anak ayam atau pada ayam dewasa agar terbentuk kekebalan tubuh terhadap serangan flu burung yang dicurigai disebarkan melalui burung-burung liar yang melakukan migrasi. Vaksin ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada otot dada. Perbedaan ini didasari oleh umur ayam yang akan dilakukan vaksinasi. Menurut Vaksindo sebagai produsen, spesifikasi dan petunjuk pemakaian vaksin ini adalah  sbb:
VAKSIFLU AIÒ adalah vaksin inaktif yang dibuat dari virus  Avian Influenza (AI) isolat lapangan  (autovaksin) subtipe H5N1.
Kegunaan ; Vaksin ini digunakan untuk menimbulkan kekebalan terhadap virus AI subtipe H5N1 pada ayam atau unggas lainnya.
Program Vaksinasi
Ayam pedaging (broiler)
Umur  Ayam     Jenis Vaksin    Cara Vaksinasi
      4-7 hari             Vaksiflu AI       Di bawah kulit 
                                                    pada pangkal leher  0,2 ml
Ayam Petelur (layer) atau Breeder
Umur Ayam      Jenis Vaksin     Cara Vaksinasi
4-7 hari             Vaksiflu AI        Di bawah kulit pada 
                                               pangkal leher 0,2 ml
3-4 minggu        Vaksiflu AI        Di bawah kulit pada 
                                                pangkal leher  0,5 ml
Setiap 3-4 bulan Vaksiflu AI        Suntik otot di dada 0,5 ml

Terdapat berbagai macam cara vaksinasi pada ternak ayam ras. Peternak dipersilahkan untuk memilih cara vaksinasi yang tepat dan sesuai dengan kondisi ayam, umur ayam, dan ketersediaan vaksinnya. Beberapa cara vaksinasinya adalah sebagai berikut (Priyono, 2010):
1. Tetes Mata atau Hidung
Cara vaksinasi ini umumnya dilakukan pada ternak ayam yang masih berumur beberapa hari, misalnya 4 hari. Larutan vaksin yang digunakan dalam larutan dapar. Cara vaksinasi tetes mata dilakukan dengan cara memegang ayam dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang botol vaksin. Botol vaksin jika sudah menghadap ke bawah, diusahakan jangan dibalik menghadap keatas lagi. Teteskan larutan vaksin pada salah satu mata satu tetes tiap ekor. Jika vaksin sudah masuk, ayam akan mengedipkan mata berkali-kali. Dalam pelaksanaannya misal kita meneteskan pada mata sebeleh kanan, untuk ayam yang lainnya juga diteteskan pada mata sebelah kanan juga. Hal ini dilakukan untuk memudahkan identifikasi. Jika menggunakan tetes hidung, maka teteskan larutan vaksin pada salah satu hidung dan lubang yang lain ditutup. Jika vaksin sudah terhirup, kemudian ayam dilepaskan.
2. Tetes Mulut
Cara vaksinasi tetes mulut juga tidak jauh berbeda dengan vaksinasi tetes hidung maupun tetes mata. Tahap pertama yang dilakukan adalah melarutkan larutan vaksin dengan larutan dapar, kemudian dikocok dan diusahakan tidak sampai berbuih. Larutan vaksin tersebut kemudian diteteskan pada mulut ayam satu tetes tiap ekor. Jika sudah masuk, kemudian ayam dilepaskan.
3. Air Minum
Vaksinasi menggunakan air minum merupakan vaksinasi yang dilakukan pada ayam dengan cara memuasakan minum ayam selama kurang lebih 2 jam. Jika suasana panas, maka waktu pemuasaan air minum dapat dipersingkat. Kemudian sediakan air minum dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan proses vaksinasi. Diusahakan air minum yang digunakan aquades. Cara pencampuran vaksin dilakukan sesuai dengan petunjuk vaksin yang dibeli. Kemudian jika vaksin sudah tercampur dengan air minum, larutan tersebut diberikan pada ternak sebagai vaksin air minum.
4. Injeksi atau Suntikan
Cara vaksinasi injeksi atau suntikan dapat menggunakan vaksin aktif maupun vaksin inaktif. Vaksinasi ini menggunakan jarum yang telah disterilkan terlebih dahulu dengan cara direbus menggunakan air mendidih selama kurang lebih 30 menit. Kemudian cara vaksinasi dapat dilakukan intramuskuler (dibawah otot), intravena (dibawah vena) atau subkutan (dibawah kulit).
5. Tusuk Sayap atau Wing Web
Cara vaksinasi ini menggunakan alat khusus berupa jarum penusuk. Seperti biasa, jarum penusuk harus disterilkan terlebih dahulu dalam air mendidih selama kurang lebih 30 menit. Larutan vaksin yang akan digunakan dikocok dan diusahakan jangan sampai berbuih. Celupkan jarum penusuk kedalam larutan vaksin, kemudian tusukkan jarum pada sayam ayam yang telah direntangkan. Diusahakan menusuknya pada lipatan sayap yang tipis dan jangan sampai mengenai tulang, otot dan pembuluh darah.
6. Semprot atau Spray
Cara vaksinasi ini hampir sama dengan jika kita melakukan sanitasi kandang, yakni menggunakan alat semprot (sprayer). Diusahakan sprayer untuk vaksinasi khusus dilakukan untuk vaksinasi saja. Campurkan vaksin dengan aquades kedalam sprayer yang memang steril dan bebas karat. Larutan vaksin disemprotkan ke seluruh ayam dengan jarak 30-40 cm dari atas kepala ayam. Selang 30 menit kemudian, kandang dapat dibuka kembali dan kipas dapat dinyalakan lagi.

KESIMPULAN
Seperti pada manusia, hewan yang dalam hal ini ayam kampung yang dipelihara secara intensif memerlukan vaksinasi. Vaksinasi lebih dimaksudkan untuk memberikan kekebalan buatan pada ayam kampung (buras) terhadap penyakit-penyakit ganas yang biasa menyerang ternak ayam. Vaksinasi menjadi sangat penting sebagai antisipasi atau asuransi terhadap investasi kita dalam berternak ayam.
Keenam cara vaksinasi diatas merupakan cara vaksinasi yang umumnya digunakan oleh para peternak ayam ras.
 
DAFTAR PUSTAKA
Sauvana, J, 2009. Vaksinasi dan Penyakit. http:// Vaksinasi, Penyakit dan pengobatan _.htmwordpress/. Diakses [15 Mei 2010].




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar